RABU, 11-11-2020
SARASEHAN LINTAS GENERASI " Meneladani
Para Pejuang untuk Memajukan Universitas Jember"
ZIARAH
PARA PERINTIS DAN REKTOR UNEJ TERDAHULU
Pada
masa lalu jember hanya kota kecil bahkan kota-kota lain bahkan ibukota Besuki
di Bondowoso bukan di Jember. Namun ada 3 serangkai atau Triumvirat mendirikan
universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang alun. Pendirian
Universitas jember juga tak lepas dari dukungan bapak bupati Jember pada waktu
itu. Pak Rahmat merupakan rektor Universitas Jember pertama.
Dr.
R Ahmad ingin menyempurnakan pendidikan di Jember karena masyarakat jember
sekolah hanya sampai tingkat SMA saja. R Soedjarwo sebagai bupati Jember
mendukung berdirinya Universitas di jember dengan dana dari gotong royong.
Cikal
bakal Universitas Jember berasal dari gagasan dr. R. Achmad bersama-sama dengan
R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman yang bercita-cita mendirikan perguruan
tinggi di Jember. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April
1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan
komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M.
Soerachman. Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957
membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan
Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas
Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan
nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA.
Dalam
perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember
saat itu, R. Soedjarwo. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 151 Tahun
1964 tanggal 9 Nopember 1964, tentang didirikannya Universitas Negeri di
Jember. Usaha tanpa kenal lelah sejak tahun 1957 itu akhirnya berhasil menjadi
kenyataan, Universitas Negeri Djember berdiri
Pada
awal berdirinya pada tahun 1964, Universitas Negeri Djember yang disingkat
UNED, memiliki lima fakultas, terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan
cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di
Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor
pertama dijabat oleh dr. R. Achmad. Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh
Letkol. Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol. Soetardjo, SH (1969-1978) dan
Kol. Drs. H. R. Warsito (1978-1986).
Untuk
menyongsong rencana tersebut, Yayasan Unita kemudian mengirim kembali
delegasinya pada 14 - 24 Maret 1962. Namun di luar dugaan, telah terjadi
pergantian Menteri PTIP, yaitu Prof. Dr. Ir. Thoyib Hadiwidjaja yang mempunyai
kebijakan baru bahwa tidak membenarkan penegerian dua universitas dalam satu provinsi
secara bersamaan. Akibat penundaan penegerian Unita tersebut, Unita akhirnya
diintegrasikan dengan Universitas Brawidjaya Malang menjadi Universitas
Brawidjaya Jember berdasarkan SK Menteri PTIP No1, tertanggal 5 Januari 1963.
Hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jember dan mahasiswa Unita
khususnya. Melihat hambatan tersebut R. Soedjarwo terus berusaha dengan
mengirim delegasi ke Jakarta hingga mendapat dukungan dari DPRD untuk mendesak
pemerintah pusat untuk menegerikan Unita menjadi universitas negeri secepatnya.
Jerih payah R. Soedjarwo dengan dibantu pihak-pihak terkait, akhirnya
membuahkan hasil dengan terbitnya SK Menteri PTIP No 153 tahun 1964 tertanggal
9 November 1964 tentang Didirikannya Sebuah Universitas Negeri Jember.
1. Raden
Soedjarwo
Raden
Soedjarwo merupakan pendiri sekaligus perintis Universitas Jember, serta
merupakan Bupati Jember pada tahun 1960an dan tidak dapat dipisahkan dari
sejarah berdirinya universitas jember. Buku Biografi Raden Soedjarwo ini dapat
bermanfaat bagi masyarakat jember maupun civitas akademika universitas jember
dan keluarga besar Raden Soedjarwo. Buku berisikan informasi mengenai
perjalanan Hidup Raden Soedjarwo mulai dari kecil, bersekolah, masa berkarya,
masa purna tugas sampai akhir kehidupan raden soedjarwo. Tema dalam Biografi
Raden Soedjarwo adalah Raden Soedjarwo sebagai Pejuang Kemerdekaan, Pendiri
Universitas Jember dan Bupati Botol Kosong.
Rektor
Universitas Jember 2012-2020 dalam menghargai Raden Soedjarwo kemudian
mendirikan salah satu gedung dengan nama Raden Soedjarwo. Raden Soedjarwo
adalah Seorang Nasionalis yang Religius dan merupakan putra Jember asli yang
dilahirkan di sebuah rumah sederhana di Jalan Trunojoyo 14 Jember pada tanggal
16 September 1917 putra dari Mohamad ali mertowijoyo yang merupakan seorang
guru, bersekolah pada zaman Hindia Belanda. Kemudian bekerja sebagai Pamong
praja dengan 2 periode yaitu Periode Hindia Belanda (1936-1945) dan Periode
Kemerdekaan (1945-1967) kariernya sebagai mantri polisi di salah satu kecamatan,
jadi Camat dan wedana di wilayah eks karesidenan Madiun dan Kediri.
2. Raden
Soerachman
Kelahiran
Mojoagung, 1912 kemudian berdinas di Jember setelah 1957 dengan para pendiri
Universitas Jember mendirikan yayasan Tawang Alun dengan menekankan pendidikan
yang utama. Kemudian harapannya dengan mendirikan universitas di jember akan
menambah nilai lebih terhadap Kabupaten Jember. Jabatan terakhir soerachman
sebagai catatan sipil di Universitas Jember tahun 1960 raden roerachman purna
tugas dan kembali ke Surabaya. Saat ini Universitas Jember sudah maju dengan 4
cabang di daerah Jawa timur, dengan pusat di Jember, dan cabang Pasuruan,
Bondowoso dan Lumajang. Sambutan Ibu lolok
3. Letkol soedi
Ibu Yayie soedi ( Putri
Letkol Soedi), Berawal dari kependidikan yang kebetulan bersekolah di taman
siswo dan menjadi guru. Kemudian ditugaskan di Malang dan bergabung dengan
PETA. Lalu pada tahun 1959-1960 menjadi perwira petugas jember dan berakhir Letkol
soedi menjadi rektor Universitas Jember.
TERIMA KASIH...
Komentar
Posting Komentar