MEMBANDINGKAN 3 BUKU AGRARIA
-Buku Pertama-
-Buku Pertama-
Judul Buku : DUA ABAD PENGUASAAN TANAH, Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa
Penulis : S.M.P Tjondronegoro dan Gunawan Wiradi
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tahun Terbit : 2008
Cetakan : Edisi Revisi
Jumlah Halaman : 540 halaman
ISBN : 978-979-461-685-7
Kelebihan : Dalam buku ini terdapat peta dan beberapa tabel di dalamnya sehingga memudahkan pembaca untuk melihat letak serta jumlah kepemilikan tanah di daerah Jawa. Buku ini juga memuat banyak referensi dan terdapat beberapa sub-bab yang runtut sehingga sangat cocok untuk bahan bacaan bagi mahasiswa.
Kekurangan : Dalam buku ini memuat banyak kata daerah yang artinya susah dipahami dan dibedakan seperti sikep, numpang, gogol, indung dan lainnya yang diulang-ulang dibeberapa halaman, sehingga membuat pembaca sedikit kebingungan.
-Buku Kedua-
Judul : Penguasaan tanah dan tenaga kerja : Jawa di masa kolonial
Judul asli: Control of land and labour in colonial Java ({S.1.} : Floris, 1983).
Penulis : Jan Breman
Pengantar : Sajogyo
Penerbit : LP3ES Jakarta, anggota IKAPI . Bekerja sama dengan Koninklijik Instituut voor taal-, Land-en Volkenkunde
Tahun Terbit : 1983
Pencetak : PT. Kwarta Gapura
Cetakan : Cetakan Pertama , Mei 1986
Jumlah Halaman : 230 Halaman
ISBN : 979-8015-03-7
Kelebihan : Dalam buku ini cukup tertera antara tahun dan tempat kejadiannya dan tentunya itu sangat memudahkan mahasiswa untuk mengetahui sumber , dalam buku ini terdapat sub bab yang sangat detail di dalamnya dan itu bisa digunakan referensi bacaan . Tentunya dalam buku ini sangat banyak kepanjangan dan kepedenkan kata / kalimat dan baiknya itu sudah dilengkapi apa kepanjangan atau kependekannya .
Kekurangan : Penggunaan kata/kalimatnya menggunakan bahasa yang sedikit tinggi dan mendalam seperti sawah komunal , titisara , playangan giliran , sawah yasa , sawah kasikepan dll .
-Buku Ketiga-
Judul Buku : Pola Penguasaan , Pemilikan dan Penggunaan Tanah Secara Tradisional Kalimantan Barat
Penulis : Y.C. Thambun Anyang,SH.
Penerbit : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Penerbitan : Jakarta
Dicetak Tahun : 1989
Jumlah Halaman : 96
Kekurangan : Di buku ini belum mendetailkan tentang masyarakat setempat , siapa yang dimaksud dengan kepala persekutuan adat , masyarakat yang seperti apa yang bisa memperoleh lahannya . Kurangnya kejelasan sekup temporal pada buku tersebut sehingga seperti tidak runtut waktu dibaca. Kurangnya bukti yang jelas agar dapat menggambarkan kondisi waktu tersebut .
Kelebihan : Dalam buku ini sangat detail menjelaskan tentang pembagian lahan pada daerah Kalimantan Barat. Lebih menjelaskan mengenai hukum tanah yang ada di daerah Kalimantan Barat
TERIMA KASIH...
Komentar
Posting Komentar