Assalamualaikum...
Halo, Saya Hafidhah Indrayani dari
Universitas Jember Fakultas Ilmu Budaya Prodi Ilmu Sejarah
Diajukan
guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah
Asia
Dosen
Pengampu : Mrr. Ratna Endang Widuatie, S.S., M.A
REVIEW JURNAL : Reformasi Ekonomi Arab Saudi
Judul : Reformasi Ekonomi Arab Saudi
Download : http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/periode/article/download/10480/6706/
Penulis :Citra
Nur Hikmah, Abrab
Reviewer :Hafidhah
Indrayani
Tanggal :15 Oktober 2019
ABSTRAK
Perekonomian
Arab Saudi yang bergantung pada Sumber daya alam yaitu minyak bumi. Sumber daya
tersebut merupakan sumber daya terbatas dan dapat habis kapan saja, hal itu
dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan perekonomian Arab Saudi suatu saat
nanti. Kemudian ditambah dengan permasalahan yang ada seperti harga yang
fluktuasi mengenai minyak bumi, serta konflik antar negara yang disebabkan
karena persoalan minyak bumi. Hal ini lah yang membuat Arab Saudi mulai
khawatir dengan permasalahan yang ada dan mencoba melepaskan diri dari
ketergantungan dan menekankan pada sumber daya manusia dan pelayanan umum.
Melalui program Saudi Vision 2030 yang diumumkan pada 25 April 2016 Arab Saudi
berusaha untuk menjaga kestabilan perekonomiannya.
PEMBAHASAN
Minyak
adalah sumber utama pemasukan Arab Saudi, kawasan Timur Tengah yang kaya akan
Sumber daya alamnya (SDA) yaitu minyak membuat negara – negara Timur Tengah
seperti Arab Saudi bergantung pada penghasilan minyak hal ini menjadi masalah
bagi keberlangsungan perekonomiannya. Ketergantungan tersebut bermula pada saat
ditemukannya minyak dengan di dorong pula proses komersial yang terjadi pada
tahun 1938 yang secara cepat mengubah berbagai struktur yang ada didalam
negara. Setelah Perang Dunia II, kebutuhan dari pada minyak meningkat empat
kali lipat dan pada lima puluh tahun terakhir telah mencapai tujuh puluh persen
dari total konsumsi energi dunia (Sihbudi, 1955, p. 30). Sektor minyak
menyumbang 70% pendapatan negara Arab Saudi dan negara ini memiliki cadangan
minyak sebesar 268 barel dan dinilai cukup besar. Ekspor minyak yang stabil
membuat penghasilan negara ini cukup banyak dan mendukung untuk pembangunan
infrastuktur dasar seperti jalan, bandara, pelabuhan sekolah dan rumah sakit.
Timur
Tengah memiliki dari setengah total cadangan minyak diseluruh dunia dan menjadi
penentu pasar minyak di dunia (BP, 2002) Cadangan terbesar ada di Arab Saudi,
yang sekitar 36% dari total cadangan minyak di Timur Tengah, kemudian disusul
Irak 16%, UAE 14%, Iran 13%, Kuwait 13%, Libya 4%, Oman 1%, Qatar 1%, Yaman 1%,
dan Aljazair 1% (BP, 1999) (EIA, 2004). Penjualan minyak yang dilakukan oleh
Arab Saudi pertama kali yaitu dengan negara Slandia Baru di tahun 1920,
kemudian penjualan ini semakin luas kebeberapa negara. Kemudian dengan Standart
Oil of California (SOCAL) di tahun 1933, yang membangun cabangnya di Arab Saudi
dengan nama California Arabian Standard Oil (CASOC). Setelah itu dengan TEXACO
bergabung dan berubah namanya menjadi ARAMCO (EIA, 2004, p. 31). Hingga
akhirnya Arab Saudi banyak menjalin hubungan kerja sama dengan negara – negara
lain, misalnya Saudi menjadi pemasok utama minyak mentah kepada AS, telah
menyediakan sekitar 588 juta barel atau 17% dari impor minyak mentah AS pada
tahun 2001.
Harga
minyak terus mengalami penurunan sejak bulan Juni 2014. Kejadian ini membuat
Arab Saudi menghadapi kenyataan untuk perlu melakukan pembaharuan untuk
menghadapi keadaan seperti ini. Pada akhirnya negara mengumumkan kebijakan
ekonomi pada Senin, 25 April 2016. Kerajaan Arab Saudi menargetkan di tahun
2030 mendatang tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil yang dapat habis
dan memiliki harga fuktuatif. (Arab Saudi Bakal Tak Andalkan Minyak Untuk
Topang Perekonomian, 2016) Jika ditinjau minyak bumi adalah sumber daya alam
(SDA) yang dapat habis sewaktu – waktu hal inilah yang membuat Arab Saudi
khawatir apabila negaranya sangat bergantung kepada minyak bumi, sehingga Arab
Saudi berusaha untuk tidak terlalu mengandalkan minyak bumi sebagai sumber
pengahasilan utama negaranya. Dengan meningkatkan sumber daya manusia yang
mereka miliki dan meningkatkan layanan masyarakat seperti: kesehatan,
pendidikan, infrastruktur, rekreasi dan pariwisata. Selain itu, Arab Saudi juga
menghadapi banyak tantangan dalam menghadapi perbaikan seperti: tingkat pengangguran
yang tinggi, populasi yang berkembang, urbanisasi yang cepat, dan kota – kota
yang luas, masuknya imigran besar – besaran, tanah yang tidak subur, makanan
dan air.
KESIMPULAN
Negara
Arab Saudi adalah salah satu negara yang berada di kawasan Timur Tengah, negara
ini dapat dipertimbangkan menjadi negara yang adidaya menengah karna
pengaruhnya di berbagai negara. Salah satunya karna sumber daya alam yang ia
miliki yaitu minyak bumi yang merupakan salah satu bahan yang dicari dan
dibutuhkan oleh – oleh negara di dunia khususnya bagi negara Industri. Hal itu
membuat negara di kawasan Timur Tengah khususnya Arab Saudi menjadi primadona
atau rebutan negara – negara lain untuk menaruh pengaruh sebesar – besarnya
dikawasan itu. Melihat pentingnya minyak bumi, hal inilah yang membuat minyak
menjadi tulang punggung pendapatan negara Arab Saudi yang menyumbang sebesar
70% pendapatan negara, dampak positif yang ditimbulkan seperti kemakmuran,
peningkatan pendapatan ekonomi Arab Saudi, negara Arab Saudi dapat membangun
dan memperbaiki fasilitas – fasilitas yang ada seperti Jalan, rumah sakit.
Tetapi hal tersebut pula membawa negatif bagi negara Arab Saudi yaitu
ketergantungan dibidang ekonomi, kita tahu bahwa minyak adalah sumber daya alam
yang dapat habis dan jumlahnya terbatas belum lagi berbagai tantangan dan
ancaman yang harus di hadapi oleh Arab Saudi dibidang perekonomian seperti
harga yang fluktuasi membuat negara ini khawatir akan kestabilan ekonomi Arab
Saudi. Sehingga muncul program Saudi Vision 2030 yaitu suatu program yang
dibangun oleh Arab Saudi untuk melepaskan ketergantungannya akan minyak yang
mereka miliki, dengan menekankan sumber daya manusia dan memperbaiki layanan
umum, seperti: kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rekreasi dan pariwisata.
Demi mewujudkan ekonomi yang kuat, berkembang dan stabil.
KEKURANGAN :
1. Masih
ada kata yang salah dalam penulisannya
2. Akan
lebih sempurna jika di tambahkan keterangan yang di maksud pada tabel yang
telah di sajikan
KELEBIHAN :
1. Antara
sekup temporal dan spasial sudah sangat jelas adanya
2. Metode dan teori yang digunakan cukup mampu untuk menjamin ke akuratan data sehingga cocok
dijadikan sebagai bahan pembelajaran mahasiswa
3. Materi
yang di paparkan sangat fleksibel dan mudah dipahami
Terima Kasih , Wassalamualaikum... 😍
Sangat baik. Sangat membantu untuk saya yang saat ini ingin tau hal hal yg terkait dengan Negara Arab Saudi😉
BalasHapusPembahasannya menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak membuat sulit pembaca
BalasHapusTerimakasih atas pembahasan nya, sangat baik dan mudah dimengerti😊
BalasHapusApa faktor yang menyebabkan harga minyak terus mengalami penurunan sejak bulan Juni 2014 ?
BalasHapusMenurut anda apakah hanya dengan memanfaatkan hasil alam dapat memajukan suatu negara?
BalasHapus