1. Sejarah sosial adalah sejarah yang memusatkan perhatian
kepada masyarakat yang terabaikan, terasingkan, atau termarjinalkan yang
merupakan aktor sejarah sosial. Peran-peran masyarakat dalam sebuah peristiwa
dimasa lampau menjadi fokus bahasan sejarah sosial. Sejarah sosial sendiri
bertolak belakangan dengan sejarah politik, karena dalam sejarah politik lebih
memusatkan perhatian kepada tokoh-tokoh besar dalam kajiannya maupun studinya.
Dalam konotasinya perkembangan sejarah sosial merupakan
sebagai sejarah perjuangan kelas pada umumnya, dan sangat berdekatan dengan
arti bahwa sejarah sosial sebagai sejarah gerakan sosial. Masalah gerakan
sosial tentu saja mencakup banyak kelompok, seperti gerakan serikat buruh,
gerakan kaum sosialis, gerakan kaum nasionalis, gerakan emansipasi wanita,
gerakan anti perbudakan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Sartono
Kartodirdjo yang mengartikan sejarah sosial secara luas, menganggap setiap
gejala sejarah yang memanifestasikan kehidupan sosial suatu komunitas atau
kelompok, dan inilah disebut sebagai sejarah sosial .
kedudukan kajian sejarah sosial terhadap sosiologi :
tentunya antara sejarah sosial dan sosiologi mempunyai kedudukan yang
berbeda, Sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang masyarakat
manusia, Sedangkan sejarah lebih cocok didefinisikan sebagai studi
tentang masyarakat manusia dalam arti jamak, dengan titik berat pada
perbedaan-perbedaan antar masyarakat dan perubahan-perubahan di masing-masing
masyarakat dari waktu ke waktu.
2. Dalam kajian sejarah sosial tentu juga tidak lepas
dari metode, adapun metode yang digunakan dalam penelitian sejarah sosial
adalah metode sejarah. Metode sejarah merupakan cara yang digunakan untuk
mengadakan penelitian terhadap data dan fakta yang objektif agar sesuai dengan
tujuan penelitian, sehingga dapat terbukti dengan secara ilmiah. Dan kadang
kalanya dalam sejarah sosial juga menggunakan metode sejarah kritis yakni
proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari masa lampau yang
mendasarkan pada empat tahap pokok, yakni :
*. Heuristik, merupakan langkah-langkah mencari
sumber atau data. Data-data yang dikumpulkan berupa dokumen, arsip, data yang
diperoleh melalui wawancara, maupun studi pustaka yang relevan dengan tema dan
permasalahan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:
a. Studi dokumen
Studi dokumen guna untuk memperoleh sumber yang berkaitan
dengan peneliti. Dimana dokumen berfungsi untuk menguji dan memberikan fakta
untuk memperoleh pengertian historis tentang fenomena khusus.
b. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan guna bertujuan untuk mendapatkan
data yang bersifat teoritis dan sebagai pelengkap sumber data yang tidak
terungkap dari sumber primer. Seperti buku, majalah, koran, artikel, jurnal dan
sumber skunder lainnya yang relevan.
c. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
dilaksanakan secara lisan dari seorang narasumber (informan). Gunanya untuk
mendapatkan keterangan dan data dari individu-individu tertentu untuk keperluan
informasi, dan wawancara untuk mendapatkan keterangan mengenai data diri
pribadi, pandangan dari individu yang diwawancarai untuk keperluan komparatif.
Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang saling berkepentingan guna
meng-crosschek keabsahan data.
*. Kritik Sumber , ini bertujuan untuk mencari
otoritas atau keaslian data-data yang diperoleh. Langkah yang dilakukan dengan
dua cara antara lain;
a. Kritik Intern
dilakukan dengan cara menguji isi sumber baik melalui verivikasi dengan sumber
lain atau dengan menyesuaikan (relevansi) antara data dengan pristiwa.
b. Kritik Ekstern
dilakukan dengan melalui melihat bentuk fisik data sehingga data yang diperoleh
benar-benar layak, otentik, dan memiliki kredibilitas untuk digunakan.
*. Interpretasi, yaitu menafsirkan
keterangan-keterangan yang saling berhubungan dengan fakta-fakta yang
diperoleh. Analisa data merupakan hal yang dibutuhkan dalam penafsiran data
yang sudah terkumpul dengan suatu pola, kategori, dan uraian sehingga dapat ditemukan
kerangka berfikir yang mendukung hipotesa kajian. Penulisan ini menganalisa
dengan teknik analisa kualitatif sehingga menghasilkan suatu bentuk tulisan
deskriptif analisis.
*. Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah sebagai
langkah akhir dari pristiwa.
3. Metode penelitian bertujuan untuk menyusun proses,
prinsip-prinsip dan prosedur yang digunakan dalam mengkaji masalah penelitian.
Aspek rekonstruksi sejarah sosialtidak dapat diukur menggunakan model
matematis, teori, hipotesis dan pengukuran seperti pada pendekatan
kuantitatif. Dengan paparan tersebut dapat dinyatakan, bahwa teori-teori
ilmu sosial sangat penting artinya bagi sejarawan dalam rangka mambantu memberi
penjelasan-penjelasan tentang fenomena masyarakat masa lampau yang akan direkonstruksi.
Dalam upaya memahami gejala sejarah itu, ternyata yang diperlukan tidak hanya
data-data atau fakta-fakta saja. Akan tetapi, diperlukan pula kemampuan
interpretasi dan imajinasi sejarawan untuk menggambarkan kondisi masyarakat
yang telah lampau tersebut. Hal ini harus dilakukan mengingat bersamaan dengan
berlalunya waktu, maka peristiwa yang terjadi semakin menarik diri dari
panggung kehidupan masa kini. Semakin lama peristiwa tersebut, semakin
menjauhkan diri dari kehidupan manusia yang selalu berganti dari generasi ke
generasi berikutnya. Seiring dengan berkalunya waktu, pada awalnya teijadi
kekaburan pada peristiwa itu kemudian terjadi kegelapan, sehingga tidak dapat
lagi dijangkau sama sekati oleh ingatan masyarakat. Ilmu sejarah berusaha mengembalikan
peristiwa yang telah terjadi di masa lampau itu dari kegelapan ke bawah sorot
cahaya zaman masa sekarang yang sedapat mungkin sesuai dengan bentuk
aslinya.
4. Ilmu sejarah ialah ilmu yang digunakan untuk mempelajari
peristiwa penting masa lalu manusia. Pembelajaran mengenai sejarah belakangan
ini di kategorikan sebagai bagian dari ilmu yang mempelajari manusia
(humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan ke dalam ilmu
sosial, terutama jika menyangkut peruntunan sejarah secara kronologis. Ilmu
sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di
masa lalu. Dalam pergulatan ilmu sejarah hari ini pentingnya mengembangkan
penulisan dan pelajaran sejarah. Dewasa ini ternyata dirasakan sangat perlu
untuk memikirkan serta menyusun metodologi yang sesuai dengan corak lingkungan
sejarah, apa lagi dalam lingkungan sejarah indonesia. Ilmu sosial disini
mempunyai efek dalam sejarah sebagai penambah sensivitas kita terhadap
permasalahan-permasalahan; memperkuat kemampuan kita mengonseptualisasi dan
menganalisis; dan pula kemampuan dalam pengumpulan data.Ilmu sosial mulanya
sejak awal sebenarnya sudah ada, pada awalnya diantara ilmu sosial, ilmu
politik dan geografi merupakan bidang yang sanggat erat dalam sejarah konvensional.
Kedua ilmu sosial tersebut dapat memperluas interprestasi yang tak dapat
terelakkan dan saling terkait. Studi geografi berkaitan dengan latar geografis,
dimana sejarah terjadi. geografi merupakan panggung sejarah. Dimensi ruang
membantu menjelaskan kejadian-kejadian sejarah utama yang behubungan dengan
sumber dan bentuk-bentuk tanah dan peristiwa sejarah manusia. Ilmu politik
berusaha untuk menjelaskan secara analistis dan sistematis, rentang data
politik dan kejadian yang mempengaruhi pengalaman sejarah manusia. Domiasi ilmu
politik terhadap sejarah konvensional telah lama berlangsung. Sejak munculnya
sejarah kritis, peranan ilmu politik mulai berkurang dan diimbangi ilmu sosial
lain. Dalam perkembangannya, terutama terhadap ilmu sejarah ilmiah
berbagai ilmu sosial cukup berpengaruh dan membantu dalam menelaah sejarah.
berbagi konsep dan teori ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi, dan psikologi
banyak berkaitan dengan bidang yang lebih khusus atau bidang pengalaman. Bahkan
ilmu alam banyak membantu menjelaskan tentang sejarah teknologi dan
intelektual. Sejarah banyak meminjam berbagai kerangka teoritis maupun konsep
dari ilmu di luar sejarah untuk memperkaya nuansa bidang yang di geluti.
5. Menurut saya perubahan sosial akan dipandang sebagai
sebuah konsep yang serba mencakup, yang menunjuk kepada perubahan fenomena
sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual
hingga tingkat dunia. Berbagai tingkat perubahan yang mewakili perubahan
analisis, dan satuan (unit) analisis yang mewakili setiap tingkat perubahan.
Perubahan sosial dapat dipelajari dari satu tingkat tertentu atau lebih dengan
menggunakan berbagai kawasan studi dan berbagai satuan analisis. Namun yang
perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan penting pada satu tingkat tertentu
tidak harus penting pula pada tingkat lain. Masyarakat yang ada di kawasan
industri terdiri dari beberapa unsur elemen sosial yang terbentuk karena adanya
perkembangan sebuah proses industrialisasi. Permasalahan yang muncul di dalam lingkungan
masyarakat industri antara lain: hubungan atau interaksi antara atasan, pekerja
buruh, masyarakat sekitar pabrik, adanya perubahan-perubahan yang diakibatkan
kehadiran bangunan-bangunan pabrik yang berada disekitar masyarakat baik yang
bersifat sosial, budaya, ekonomi hingga pengaruh perkembangan yang mengarah
pada pemahaman atas sifat yang materialistik.Imbas dari adanya proses
industrialisasi tidak terlepas dari adanya permasalahan-permasalahan yang
cenderung mengarah pada kecemburuan-kecemburuan sosial, baik yang bersifat
materialistik maupun yang diakibatkan dari adanya hubungan atau interaksi yang
tidak harmonis dari setiap unsur elemen yang ada di masyarakat industri dalam
bentuk distorsi-distorsi sosial yang mana menurut penulis hal itu dinamakan
sebagai konflik dalam masyarakat industri.Pembangunan dirancang dengan tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang menuntut adanya
perubahan sosial budaya sebagai penghasil dan pendukungnya. Pembangunan
nasional adalah suatu upaya melakukan transformasi atau perubahan masyarakat,
yaitu transformasi dari budaya masyarakat agraris tradisional menuju budaya
masyarakat industri modern dan masyarakat informasi yang tetap berkepribadian
Indonesia. Dahulu, masyarakat bermata pencaharian di sektor pertanian sebagai
petani dan buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan sendiri dan keluarga saja. Mereka hidup rukun, saling gotong royong,
dan memiliki solidaritas sosial yang kuat. Namun, seiring perkembangan jaman teknologi
semakin modern.
Komentar
Posting Komentar