UTS SEJARAH SOSIAL ( 6 APRIL 2020)



1. Sejarah sosial adalah sejarah yang memusatkan perhatian kepada masyarakat yang terabaikan, terasingkan, atau termarjinalkan yang merupakan aktor sejarah sosial. Peran-peran masyarakat dalam sebuah peristiwa dimasa lampau menjadi fokus bahasan sejarah sosial. Sejarah sosial sendiri bertolak belakangan dengan sejarah politik, karena dalam sejarah politik lebih memusatkan perhatian kepada tokoh-tokoh besar dalam kajiannya maupun studinya.
Dalam konotasinya perkembangan sejarah sosial merupakan sebagai sejarah perjuangan kelas pada umumnya, dan sangat berdekatan dengan arti bahwa sejarah sosial sebagai sejarah gerakan sosial. Masalah gerakan sosial tentu saja mencakup banyak kelompok, seperti gerakan serikat buruh, gerakan kaum sosialis, gerakan kaum nasionalis, gerakan emansipasi wanita, gerakan anti perbudakan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Sartono Kartodirdjo yang mengartikan sejarah sosial secara luas, menganggap setiap gejala sejarah yang memanifestasikan kehidupan sosial suatu komunitas atau kelompok, dan inilah disebut sebagai sejarah sosial .
kedudukan kajian sejarah sosial terhadap sosiologi : tentunya antara sejarah sosial dan sosiologi mempunyai kedudukan yang berbeda, Sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang masyarakat manusia,  Sedangkan sejarah lebih cocok didefinisikan sebagai studi tentang masyarakat manusia dalam arti jamak, dengan titik berat pada perbedaan-perbedaan antar masyarakat dan perubahan-perubahan di masing-masing masyarakat dari waktu ke waktu. 

2. Dalam kajian sejarah sosial tentu juga tidak lepas dari metode, adapun metode yang digunakan dalam penelitian sejarah sosial adalah metode sejarah. Metode sejarah merupakan cara yang digunakan untuk mengadakan penelitian terhadap data dan fakta yang objektif agar sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga dapat terbukti dengan secara ilmiah. Dan kadang kalanya dalam sejarah sosial juga menggunakan metode sejarah kritis yakni proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dari masa lampau yang mendasarkan pada empat tahap pokok, yakni : 
 *. Heuristik, merupakan langkah-langkah mencari sumber atau data. Data-data yang dikumpulkan berupa dokumen, arsip, data yang diperoleh melalui wawancara, maupun studi pustaka yang relevan dengan tema dan permasalahan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:
a.       Studi dokumen
Studi dokumen guna untuk memperoleh sumber yang berkaitan dengan peneliti. Dimana dokumen berfungsi untuk menguji dan memberikan fakta untuk memperoleh pengertian historis tentang fenomena khusus.
b.      Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan guna bertujuan untuk mendapatkan data yang bersifat teoritis dan sebagai pelengkap sumber data yang tidak terungkap dari sumber primer. Seperti buku, majalah, koran, artikel, jurnal dan sumber skunder lainnya yang relevan.
c.       Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilaksanakan secara lisan dari seorang narasumber (informan). Gunanya untuk mendapatkan keterangan dan data dari individu-individu tertentu untuk keperluan informasi, dan wawancara untuk mendapatkan keterangan mengenai data diri pribadi, pandangan dari individu yang diwawancarai untuk keperluan komparatif. Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang saling berkepentingan guna meng-crosschek keabsahan data.

*.  Kritik Sumber , ini bertujuan untuk mencari otoritas atau keaslian data-data yang diperoleh. Langkah yang dilakukan dengan dua cara antara lain;
a.       Kritik Intern dilakukan dengan cara menguji isi sumber baik melalui verivikasi dengan sumber lain atau dengan menyesuaikan (relevansi) antara data dengan pristiwa.
b.      Kritik Ekstern dilakukan dengan melalui melihat bentuk fisik data sehingga data yang diperoleh benar-benar layak, otentik, dan memiliki kredibilitas untuk digunakan.

*.  Interpretasi, yaitu menafsirkan keterangan-keterangan yang saling berhubungan dengan fakta-fakta yang diperoleh. Analisa data merupakan hal yang dibutuhkan dalam penafsiran data yang sudah terkumpul dengan suatu pola, kategori, dan uraian sehingga dapat ditemukan kerangka berfikir yang mendukung hipotesa kajian. Penulisan ini menganalisa dengan teknik analisa kualitatif sehingga menghasilkan suatu bentuk tulisan deskriptif analisis.

*. Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah sebagai langkah akhir dari pristiwa. 


3. Metode penelitian bertujuan untuk menyusun proses, prinsip-prinsip dan prosedur yang digunakan dalam mengkaji masalah penelitian. Aspek rekonstruksi sejarah sosialtidak dapat diukur menggunakan model matematis, teori, hipotesis dan pengukuran seperti pada pendekatan kuantitatif. Dengan paparan tersebut dapat dinyatakan, bahwa teori-teori ilmu sosial sangat penting artinya bagi sejarawan dalam rangka mambantu memberi penjelasan-penjelasan tentang fenomena masyarakat masa lampau yang akan direkonstruksi. Dalam upaya memahami gejala sejarah itu, ternyata yang diperlukan tidak hanya data-data atau fakta-fakta saja. Akan tetapi, diperlukan pula kemampuan interpretasi dan imajinasi sejarawan untuk menggambarkan kondisi masyarakat yang telah lampau tersebut. Hal ini harus dilakukan mengingat bersamaan dengan berlalunya waktu, maka peristiwa yang terjadi semakin menarik diri dari panggung kehidupan masa kini. Semakin lama peristiwa tersebut, semakin menjauhkan diri dari kehidupan manusia yang selalu berganti dari generasi ke generasi berikutnya. Seiring dengan berkalunya waktu, pada awalnya teijadi kekaburan pada peristiwa itu kemudian terjadi kegelapan, sehingga tidak dapat lagi dijangkau sama sekati oleh ingatan masyarakat. Ilmu sejarah berusaha mengembalikan peristiwa yang telah terjadi di masa lampau itu dari kegelapan ke bawah sorot cahaya zaman masa sekarang yang sedapat mungkin sesuai dengan bentuk aslinya. 

4. Ilmu sejarah ialah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pembelajaran mengenai sejarah belakangan ini di kategorikan sebagai bagian dari ilmu yang mempelajari manusia (humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan ke dalam ilmu sosial, terutama jika menyangkut peruntunan sejarah secara kronologis. Ilmu sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Dalam pergulatan ilmu sejarah hari ini pentingnya mengembangkan penulisan dan pelajaran sejarah. Dewasa ini ternyata dirasakan sangat perlu untuk memikirkan serta menyusun metodologi yang sesuai dengan corak lingkungan sejarah, apa lagi dalam lingkungan sejarah indonesia. Ilmu sosial disini mempunyai efek dalam sejarah sebagai penambah sensivitas kita terhadap permasalahan-permasalahan; memperkuat kemampuan kita mengonseptualisasi dan menganalisis; dan pula kemampuan dalam pengumpulan data.Ilmu sosial mulanya sejak awal sebenarnya sudah ada, pada awalnya  diantara ilmu sosial, ilmu politik dan geografi  merupakan bidang yang sanggat erat dalam sejarah konvensional. Kedua ilmu sosial tersebut dapat memperluas interprestasi yang tak dapat terelakkan dan saling terkait. Studi geografi berkaitan dengan latar geografis, dimana sejarah terjadi. geografi merupakan panggung sejarah. Dimensi ruang membantu menjelaskan kejadian-kejadian sejarah utama yang behubungan dengan sumber dan bentuk-bentuk tanah dan peristiwa sejarah manusia. Ilmu politik  berusaha untuk menjelaskan secara analistis dan sistematis, rentang data politik dan kejadian yang mempengaruhi pengalaman sejarah manusia. Domiasi ilmu politik terhadap sejarah konvensional telah lama berlangsung. Sejak munculnya sejarah kritis, peranan ilmu politik mulai berkurang dan diimbangi ilmu sosial lain. Dalam perkembangannya, terutama terhadap ilmu sejarah ilmiah berbagai ilmu sosial cukup berpengaruh dan membantu dalam menelaah sejarah. berbagi konsep dan teori ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi, dan psikologi banyak berkaitan dengan bidang yang lebih khusus atau bidang pengalaman. Bahkan ilmu alam banyak membantu menjelaskan tentang sejarah teknologi dan intelektual. Sejarah banyak meminjam berbagai kerangka teoritis maupun konsep dari ilmu di luar sejarah untuk memperkaya nuansa bidang yang di geluti. 

5. Menurut saya perubahan sosial akan dipandang sebagai sebuah konsep yang serba mencakup, yang menunjuk kepada perubahan fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia. Berbagai tingkat perubahan yang mewakili perubahan analisis, dan satuan (unit) analisis yang mewakili setiap tingkat perubahan. Perubahan sosial dapat dipelajari dari satu tingkat tertentu atau lebih dengan menggunakan berbagai kawasan studi dan berbagai satuan analisis. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan penting pada satu tingkat tertentu tidak harus penting pula pada tingkat lain. Masyarakat yang ada di kawasan industri terdiri dari beberapa unsur elemen sosial yang terbentuk karena adanya perkembangan sebuah proses industrialisasi. Permasalahan yang muncul di dalam lingkungan masyarakat industri antara lain: hubungan atau interaksi antara atasan, pekerja buruh, masyarakat sekitar pabrik, adanya perubahan-perubahan yang diakibatkan kehadiran bangunan-bangunan pabrik yang berada disekitar masyarakat baik yang bersifat sosial, budaya, ekonomi hingga pengaruh perkembangan yang mengarah pada pemahaman atas sifat yang materialistik.Imbas dari adanya proses industrialisasi tidak terlepas dari adanya permasalahan-permasalahan yang cenderung mengarah pada kecemburuan-kecemburuan sosial, baik yang bersifat materialistik maupun yang diakibatkan dari adanya hubungan atau interaksi yang tidak harmonis dari setiap unsur elemen yang ada di masyarakat industri dalam bentuk distorsi-distorsi sosial yang mana menurut penulis hal itu dinamakan sebagai konflik dalam masyarakat industri.Pembangunan dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang menuntut adanya perubahan sosial budaya sebagai penghasil dan pendukungnya. Pembangunan nasional adalah suatu upaya melakukan transformasi atau perubahan masyarakat, yaitu transformasi dari budaya masyarakat agraris tradisional menuju budaya masyarakat industri modern dan masyarakat informasi yang tetap berkepribadian Indonesia. Dahulu, masyarakat bermata pencaharian di sektor pertanian sebagai petani dan buruh tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga saja. Mereka hidup rukun, saling gotong royong, dan memiliki solidaritas sosial yang kuat. Namun, seiring perkembangan jaman teknologi semakin modern.


Komentar

Postingan populer dari blog ini